Meskipun sebagian besar wilayah Maroko terkenal karena pantainya yang bermandikan sinar matahari dan bentang alamnya yang gersang, kenyataan berbeda terjadi di Pegunungan Atlas. Rekor hujan salju baru-baru ini telah mengubah puncak tertinggi di Afrika Utara menjadi tujuan yang berkembang, meskipun terjal, bagi para penggemar olahraga musim dingin.
Dataran Tinggi Oukaimeden
Terletak hanya 90 menit dari Marrakesh, Oukaimeden berdiri sebagai area ski terbesar dan tertinggi di Afrika Utara, mencapai ketinggian 10,738 kaki (3,273 meter). Berbeda dengan resor mewah dan berteknologi tinggi di Pegunungan Alpen Prancis, Oukaimeden menawarkan pengalaman yang mentah dan sederhana. Desa ini merupakan kumpulan bangunan batu dan tempat perlindungan pegunungan sederhana, beberapa di antaranya berasal dari tahun 1940-an, tempat budaya tradisional Amazigh (Berber) bertemu dengan dunia olahraga pegunungan yang sedang berkembang.
Bagi pengunjung, pengalaman ditentukan oleh:
– Pesona Otentik: Pedagang lokal yang menjual madu dan kenari di samping pondok sewaan.
– Medan Terjal: Dari lereng pembibitan yang ramah bagi pemula hingga daerah pedalaman yang menantang di dekat Imlil.
– Kesederhanaan: Infrastruktur dasar dengan peralatan kuno, namun pemandangannya luas dan asri.
Permintaan yang Meningkat vs. Infrastruktur yang Stagnan
Meskipun terdapat lonjakan minat baik dari wisatawan lokal maupun internasional, resor ini menghadapi kendala pengembangan yang signifikan. Meskipun salju melimpah, infrastruktur sering kali gagal memenuhi permintaan.
Masalah penting yang dihadapi kawasan ini adalah kondisi lift ski. Banyak di antara mereka yang tetap tidak bergerak, sebuah masalah yang menurut para ahli lokal bukan hanya disebabkan oleh kurangnya dana. Menurut Samir Azzimani, seorang pembalap ski ganda asal Maroko, terdapat “keterputusan mendasar antara administrasi dan kenyataan di lapangan.”
Tantangan utama meliputi:
– Kompleksitas Birokrasi: Resor ini terletak di dalam Taman Nasional Toubkal dan berada di bawah yurisdiksi kerajaan, yang berarti pembangunan memerlukan persetujuan tingkat tinggi.
– Kurangnya Keahlian Khusus: Pengambil keputusan di pusat administrasi yang jauh sering kali tidak memiliki pengetahuan teknis khusus yang diperlukan untuk pengembangan olahraga gunung dan musim dingin.
– Volatilitas Ekonomi: Industri pariwisata lokal baru-baru ini harus menghadapi dua guncangan yaitu pandemi COVID-19 dan gempa bumi dahsyat pada tahun 2023.
Jalan Menuju Profesionalisasi
Ada keinginan yang jelas di antara penduduk lokal untuk meningkatkan posisi Maroko di komunitas ski global. Pemandu lokal, seperti pemain ski otodidak Radouane Isouktan, mengungkapkan keinginannya untuk membawa kembali keahlian kelas dunia dari pusat seperti Chamonix untuk memberikan bimbingan profesional di Maroko.
Namun ada tanda-tanda bahwa keadaan mungkin akan berbalik. Badan Teknik Pariwisata Maroko telah mengidentifikasi potensi daerah tersebut, dengan rumor adanya proyek transformasi senilai $10 juta yang akan segera terjadi. Langkah awal dalam revitalisasi ini diharapkan berupa pemasangan lift baru yang fungsional.
“Oukaimeden adalah kebalikan dari resor ski mewah dan canggih, namun jika Anda bepergian dengan pikiran terbuka, Anda dijamin akan menemukan pesonanya.”
Kesimpulan
Pegunungan Atlas di Maroko menawarkan pelarian unik di dataran tinggi yang menjembatani kesenjangan antara budaya Afrika Utara dan petualangan pegunungan. Meskipun infrastruktur saat ini tertinggal dibandingkan potensi alam di wilayah tersebut, investasi yang akan datang menunjukkan bahwa Oukaimeden siap untuk berevolusi dari tempat liburan di pedesaan menjadi tujuan ski yang sah di Afrika.
