Sektor perjalanan sedang mengalami perubahan yang cepat, dengan adopsi AI, restrukturisasi keuangan, dan strategi merek yang berkembang yang membentuk kembali lanskap tersebut. Meskipun banyak perusahaan terburu-buru untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan, pendekatan yang paling efektif adalah dengan merombak sistem yang mendasarinya, bukan sekadar menambahkan AI sebagai tambahan. Pada saat yang sama, maskapai penerbangan seperti Spirit bangkit dari kebangkrutan dengan rencana baru, sementara merek-merek lama mengevaluasi kembali peran skala di era digital.

Implementasi AI: Lebih dari Sekadar Perbaikan Cepat

Merek perjalanan semakin menyadari potensi AI untuk mempersonalisasi pengalaman dan meningkatkan efisiensi operasional. Namun, kemajuan sejati memerlukan perubahan mendasar pada infrastruktur yang ada. Hanya menambahkan AI ke dalam sistem yang sudah ketinggalan zaman tidak akan memberikan hasil yang berkelanjutan. Maskapai penerbangan yang memprioritaskan pendekatan “mengutamakan AI” diposisikan untuk beroperasi lebih proaktif, meningkatkan upaya personalisasi, dan menciptakan perjalanan pelanggan yang lancar. Hal ini menunjukkan tren industri yang lebih luas terhadap investasi strategis jangka panjang pada AI, dibandingkan integrasi taktis jangka pendek.

Kebangkitan Starwood: Strategi yang Berlawanan dengan Intuitif

Kebangkitan merek Starwood Hotels menandakan pergeseran yang disengaja dari pendekatan tradisional “lebih besar lebih baik”. Starwood asli membangun kesuksesannya berdasarkan ekspansi agresif. Perulangan yang ada saat ini menunjukkan bahwa di pasar digital yang terfragmentasi saat ini, strategi yang fokus dan berbasis digital bisa menjadi lebih efektif. Hal ini merupakan perubahan yang signifikan dari penekanan sejarah industri pada skala, dan hal ini menimbulkan pertanyaan apakah jaringan hotel besar lainnya akan mengikuti jejak tersebut.

Tantangan Pemasaran Kayak: Perebutan Perhatian

Kayak, yang dimiliki oleh Booking Holdings, menghadapi dilema pemasaran di era perencanaan perjalanan berbasis AI. Kampanye iklan merek tersebut saat ini berfokus pada meyakinkan wisatawan muda untuk memesan melalui ponsel cerdas dan mengatasi gangguan di media sosial. Khususnya, pihak pemasaran tidak menyebut AI sepenuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan induk Kayak, Booking Holdings, mungkin melihat AI sebagai kekuatan disruptif yang tidak sesuai dengan narasi pemasaran saat ini.

Spirit Airlines: Restrukturisasi Pasca Kebangkrutan

Spirit Airlines siap untuk keluar dari kebangkrutan Bab 11 yang kedua pada akhir musim semi atau awal musim panas. Rencana restrukturisasi maskapai ini mencakup peralihan ke opsi tempat duduk premium dan fokus pada rute dengan permintaan tinggi. Poros ini menunjukkan adaptasi maskapai terhadap tekanan pasar dan menandakan kesediaan untuk bersaing di luar model berbiaya sangat rendah.

Industri perjalanan memusatkan perhatian pada beberapa tema utama: perlunya perombakan teknologi secara mendasar, evaluasi ulang skala sebagai hal yang penting.