Sektor perjalanan sedang mengalami periode perubahan yang cepat, ditandai dengan restrukturisasi yang agresif, upaya untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), dan penurunan yang mengkhawatirkan di pasar-pasar utama seperti Las Vegas. Tren-tren ini menandakan kerentanan yang lebih luas dalam industri yang secara historis tidak siap menghadapi guncangan sistemik.
Implementasi AI: Melampaui Add-On
Perusahaan-perusahaan perjalanan berlomba-lomba mengadopsi AI, namun menambahkan alat baru ke sistem yang sudah ketinggalan zaman saja tidak cukup. Transformasi sejati memerlukan perombakan platform dasar terlebih dahulu. Maskapai penerbangan, misalnya, memprioritaskan pendekatan “yang mengutamakan AI”, yang bertujuan untuk operasional proaktif, hiper-personalisasi, dan pengalaman pelanggan yang lebih lancar.
Pergeseran ini dicontohkan oleh Sabre, penyedia teknologi perjalanan besar, yang memberhentikan staf di berbagai lokasi (termasuk London dan Uruguay) sebagai bagian dari inisiatif restrukturisasi yang disebut “program penyeimbangan inflasi.” Perombakan kepemimpinan perusahaan menunjukkan adanya perubahan yang disengaja menuju “AI agen”, yang menunjukkan pengambilan keputusan yang lebih otomatis.
Kelemahan Struktural dalam Perhotelan
Industri perhotelan, khususnya, sedang menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Operasi penegakan hukum ICE baru-baru ini di Minneapolis menyoroti betapa mudahnya hotel terlibat dalam konflik politik. Hal ini menggarisbawahi kelemahan mendasar: industri tidak dibangun untuk tahan terhadap lingkungan yang bergejolak seperti ini.
Kerentanan ini tidak hanya terbatas pada gangguan politik. Pasar pariwisata Las Vegas sedang mengalami penurunan tajam, yang mencerminkan hambatan yang lebih luas dalam perjalanan di AS. Meskipun penyebabnya rumit, termasuk kondisi ekonomi dan perubahan perilaku konsumen, penurunan ini menunjukkan betapa mudahnya destinasi wisata yang sudah mapan sekalipun bisa terpuruk di bawah tekanan.
Membersihkan Kelemahan dan Mengutamakan Kualitas
Choice Hotels International mengambil pendekatan berbeda: membuang properti yang berkinerja buruk untuk meningkatkan kualitas mereknya secara keseluruhan. Strategi pemangkasan yang agresif ini menunjukkan bahwa mempertahankan portofolio yang kuat memerlukan penghapusan mata rantai yang lebih lemah. Implikasinya jelas: tidak semua bisnis perjalanan dibangun untuk berkembang dalam iklim saat ini.
Kondisi industri saat ini menunjukkan bahwa perhitungan sedang dilakukan. Perlombaan untuk mengadopsi AI, ditambah dengan kelemahan struktural dan menurunnya permintaan di pasar-pasar utama, menunjukkan adanya periode adaptasi yang sulit. Masa depan industri perjalanan bergantung pada seberapa cepat perusahaan dapat membangun kembali fondasi mereka dan bersiap menghadapi tantangan yang semakin tidak terduga.
Sektor perjalanan terpaksa menghadapi kerentanan sistemik, yang menunjukkan bahwa sistem lama dan pendekatan yang sudah ketinggalan zaman tidak lagi berkelanjutan. Peralihan ke arah AI bukan hanya sekedar teknologi; itu eksistensial.





















