Wisatawan yang terbang ke Bandara Internasional San Francisco (SFO) harus bersiap menghadapi gangguan signifikan pada musim panas ini. Federal Aviation Administration (FAA) telah menerapkan pembatasan ketat pada penerbangan masuk, mengurangi kapasitas kedatangan sebesar sepertiga menjadi hanya 36 penerbangan per jam.

Pengurangan ini didorong oleh kombinasi konstruksi landasan pacu yang penting dan masalah keselamatan kritis terkait cara pesawat mendekati landasan pacu paralel bandara.

Akar Masalah: Kedekatan Landasan Pacu

Tantangan teknis utama di SFO terletak pada tata letaknya yang unik. Bandara ini memiliki dua landasan pacu paralel—satu timur-barat dan satu utara-selatan—yang jaraknya hanya 750 kaki.

Dalam industri penerbangan, margin ini sangat ketat. Untuk konteksnya, FAA biasanya memerlukan pemisahan yang lebih besar untuk pendekatan simultan. Untuk mengelola hal ini dengan aman, SFO sebelumnya mengandalkan sistem pendekatan “terhuyung-huyung”, yaitu pesawat mendekati landasan pacu timur-barat satu demi satu, bukan secara berdampingan. Metode ini membolehkan maksimal 54 kedatangan per jam.

Namun, pembangunan landasan pacu utara-selatan saat ini telah mempersulit manuver ini, sehingga memaksa FAA mengurangi kapasitas untuk memastikan pemisahan yang aman antar pesawat.

Dampak pada Wisatawan dan Maskapai Penerbangan

Konsekuensi langsung dari pembatasan ini adalah meningkatnya penundaan. Seorang juru bicara bandara telah memperingatkan bahwa:
25% dari seluruh penerbangan ke SFO musim panas ini diperkirakan akan mengalami penundaan selama 30 menit atau lebih.
– Data real-time sudah mencerminkan perjuangan ini; pada hari Rabu baru-baru ini, lebih dari 150 kedatangan (kira-kira seperempat dari seluruh penerbangan) ditunda.

Keterbatasan ini juga menimbulkan kesulitan strategis bagi operator-operator besar. SFO berfungsi sebagai hub utama untuk United Airlines dan basis utama untuk Alaska Airlines. Kedua maskapai penerbangan telah menyatakan bahwa mereka memantau situasi dengan cermat, dan United saat ini sedang meninjau apakah pembatasan ini memerlukan perubahan jangka panjang pada jadwal penerbangan mereka.

Tren Peningkatan Batas Kapasitas FAA

Pembatasan di SFO bukanlah satu-satunya kejadian. Hal ini merupakan bagian dari tren yang lebih luas di mana FAA secara proaktif membatasi kapasitas bandara untuk memprioritaskan keselamatan dan mengatasi kemacetan. Contoh terbaru meliputi:
Chicago O’Hare (ORD): Batas penerbangan dikurangi untuk mengurangi persaingan ketat dalam mendapatkan ruang gerbang antar maskapai besar.

  • Newark Liberty (EWR): Batas pergerakan diberlakukan hingga Oktober 2025.

Meskipun FAA dengan cepat membatasi lalu lintas untuk mencegah kecelakaan—terutama setelah insiden besar di landasan pacu baru-baru ini di bandara-bandara besar lainnya—FAA kurang jelas mengenai bagaimana mereka akan memperluas kapasitas untuk memenuhi lonjakan permintaan perjalanan udara. Meskipun pemerintah federal menginvestasikan miliaran dolar untuk meningkatkan sistem kontrol lalu lintas udara, jangka waktu dan manfaat kapasitas spesifik dari investasi ini masih belum pasti.

Melihat ke Depan

Ada potensi manfaat jangka panjang dari kendala-kendala ini. Pakar penerbangan berpendapat bahwa jika kapasitas bandara tetap terbatas, apa pun cuacanya, maskapai penerbangan mungkin terpaksa membuat jadwal yang lebih tangguh dan realistis sehingga tidak terlalu rentan terhadap penundaan besar-besaran yang sering disebabkan oleh kabut yang terkenal di San Francisco.

Batas kapasitas diperkirakan akan meningkat menjadi 45 penerbangan per jam pada bulan Oktober setelah pembangunan landasan pacu selesai, meskipun jumlah ini masih jauh dari puncak pra-konstruksi yaitu 54 penerbangan per jam.

Ringkasan: Karena kombinasi konstruksi landasan pacu dan risiko keselamatan yang melekat pada landasan pacu paralel SFO yang jaraknya berdekatan, FAA telah secara signifikan membatasi kapasitas penerbangan masuk, yang menyebabkan penundaan musim panas yang meluas dan memaksa maskapai penerbangan besar untuk mengevaluasi ulang jadwal mereka.