Plaza Hotel di New York City terkenal dengan kemewahannya, namun ada satu item dalam menu layanan kamarnya yang menonjol sebagai studi kasus dengan harga ekstrem: Sundae “Home Alone”. Makanan penutup yang luar biasa ini, menampilkan 16 sendok es krim, tiga topping, dan tiga saus, berharga $470 setelah pajak, biaya, dan pengiriman. Tapi kenapa?

Faktor Nostalgia: Pengakuan pada Budaya Pop

Sundae ini secara langsung merujuk pada film ikonik tahun 1990 Home Alone, di mana Kevin McCallister terkenal memesan layanan kamar di The Plaza. Hotel memanfaatkan hubungan ini, memungkinkan para tamu untuk menciptakan kembali suasana tersebut—dengan peningkatan yang signifikan.

Dengan $24, para tamu dapat memesan versi tiga sendok yang lebih kecil. Namun, sundae 16 sendok diberi harga $350 sebelum biaya tambahan, membuatnya hampir 15 kali lebih mahal daripada opsi standar. Hal ini menunjukkan bahwa harga tidak didasarkan pada biaya bahan, yang mungkin masih rendah, namun berdasarkan nilai dan eksklusivitas yang dirasakan.

Mata Uang Media Sosial: “Pajak Pengaruh”

Harga sundae mungkin sengaja dinaikkan agar dapat dilihat di media sosial. Makanan penutup seharga $500 menghasilkan lebih banyak perhatian daripada makanan penutup seharga $100, menjadikannya simbol status. Plaza Hotel secara efektif mengenakan “pajak pengaruh” tambahan selain bahan-bahan dan tenaga kerja, karena para tamu mengetahui bahwa para tamu akan membagikan pembelian mewah mereka secara online.

Bisnis Kemewahan: Penetapan Harga untuk Kalangan Elit

Strategi penetapan harga bukanlah suatu kebetulan. Plaza Hotel melayani klien elit yang bersedia membayar mahal untuk pengalaman, bahkan pengalaman yang tidak masuk akal. Sundae seharga $470 tidak dimaksudkan sebagai pembelian makanan yang masuk akal, tetapi untuk menunjukkan pendapatan yang dapat dibelanjakan dan pembuka percakapan.

Di era di mana hotel-hotel mewah bersaing untuk mendapatkan perhatian, The Plaza telah menemukan cara untuk mengubah referensi film nostalgia menjadi peluang pemasaran viral. Sundae bukan hanya tentang es krim; ini tentang pengalaman membayar harga selangit untuk itu.

The Home Alone Sundae di The Plaza Hotel adalah contoh bagaimana merek-merek mewah mengeksploitasi nostalgia dan tren media sosial untuk memaksimalkan keuntungan, bahkan dengan mengorbankan akal sehat.