Dalam penerbangan baru-baru ini, seorang penumpang melakukan perilaku yang sangat tidak biasa: memakan bawang mentah utuh di udara. Insiden tersebut, yang terekam dalam video, bukanlah tindakan putus asa yang spontan, melainkan aksi yang diperhitungkan oleh seorang influencer yang terkenal dengan tampilan makanan publik yang provokatif. Aromanya yang menyengat dilaporkan memenuhi kabin, menyoroti tren konten yang semakin aneh yang meluas ke perjalanan udara.
Selain insiden bawang merah, beberapa perkembangan juga mengubah pengalaman perjalanan premium. Qantas akhirnya meluncurkan layanan makan sesuai permintaan di kelas satu, lengkap dengan Bollinger La Grande Année 2015—sebuah langkah yang melayani penumpang kelas atas namun menimbulkan pertanyaan tentang aksesibilitas bagi basis pelanggan yang lebih luas. Sementara itu, bandara Reno berencana membuka penawaran untuk lounge baru pada tahun 2026, menandakan berlanjutnya perluasan fasilitas bandara premium.
Program loyalitas juga sedang menjalani pengawasan. American Airlines telah mulai mengurangi poin loyalitas AAdvantage dari pembelian kembali portal belanja, menutup celah di mana pelanggan sebelumnya mengeksploitasi sistem dengan membeli barang untuk status dan kemudian mengembalikannya. Penyesuaian ini mencerminkan upaya seluruh industri untuk menindak penipuan loyalitas, meskipun hal ini juga berdampak pada pelanggan sah yang mungkin mendapat manfaat dari sistem lama.
Terakhir, catatan peringatan bagi pemegang kartu Chase: bonus transfer sebesar 70% ke IHG One Rewards saat ini tersedia hingga Januari 2026, namun para ahli menyarankan untuk tidak melakukannya, mengingat nilai poin IHG yang sering kali buruk.
Peristiwa yang tampaknya berbeda ini—mulai dari aksi viral hingga penyesuaian loyalitas—menggambarkan lanskap perjalanan udara yang terus berkembang, di mana perilaku penumpang, kebijakan maskapai penerbangan, dan program loyalitas terus berubah. Respon industri terhadap perubahan ini akan menentukan masa depan pengalaman terbang.





















