Capital A, perusahaan induk dari maskapai penerbangan hemat AirAsia, berencana untuk mencatatkan aset-aset utamanya di Hong Kong dan Amerika Serikat pada tahun ini. CEO Tony Fernandes menegaskan ambisi ini saat konferensi pers, meskipun perusahaan masih berupaya untuk menyelesaikan status PN17 – sebutan untuk perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan berdasarkan peraturan Malaysia.

Daftar Strategis: AirAsia Berikutnya Pertama

Pencatatan yang paling mendesak adalah untuk AirAsia Next, divisi yang menampung merek AirAsia, kekayaan intelektual, program loyalitas, dan aset teknologi. Fernandes secara eksplisit menyatakan tujuannya adalah untuk mencatatkan AirAsia Next di bursa saham AS pada akhir tahun 2024.

Alasan di balik memprioritaskan pasar AS jelas: investor Amerika memiliki minat yang kuat terhadap bisnis berbasis loyalitas. Program penghargaan AirAsia – yang merupakan pendorong pendapatan yang signifikan – diperkirakan akan menarik minat besar dari investor AS. Fernandes menekankan hal ini, dengan menyatakan bahwa pasar AS sangat menghargai program loyalitas.

Status dan Implikasi PN17

Strategi pencatatan ganda Capital A menjadi rumit karena penunjukan PN17 yang sedang berlangsung. Keluar dari status ini sangat penting untuk membuka pertumbuhan lebih lanjut dan kepercayaan investor. Keberhasilan pencatatan AirAsia Next kemungkinan besar akan bergantung pada penyelesaian masalah keuangan ini.

Status PN17 merupakan hambatan peraturan yang mengharuskan Modal A untuk menunjukkan rencana penyelesaian yang layak untuk menghindari delisting.

Rencana Ekspansi yang Lebih Luas

Selain AirAsia Next, Capital A juga berniat untuk melakukan listing di Hong Kong. Meskipun rinciannya masih belum jelas, langkah ini menunjukkan ambisi yang lebih luas untuk mendiversifikasi eksposur pasar modalnya.

Strategi keseluruhan perusahaan tampaknya memanfaatkan pengenalan merek dan aset digitalnya (termasuk AI, media, dan teknologi) untuk menarik investor di pasar Barat dan Asia. Pendekatan jalur ganda ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi penggalangan dana sambil menghadapi tantangan keuangan yang sedang berlangsung.

Pada akhirnya, keberhasilan Capital A bergantung pada kemampuannya untuk meyakinkan investor akan kelangsungan jangka panjangnya dan memanfaatkan meningkatnya permintaan akan perjalanan digital dan bisnis berbasis loyalitas. Pendaftaran di AS dan Hong Kong mewakili pertaruhan berisiko tinggi yang dapat menentukan masa depan grup maskapai penerbangan yang pernah mengalami kesulitan ini.