Belanda Austria bukanlah sebuah kerajaan dalam pengertian tradisional. Itu adalah kumpulan provinsi di bagian selatan Negara-negara Rendah—kira-kira yang sekarang kita sebut Belgia dan Luksemburg. Namanya agak tersendat dalam sejarah, tapi tetap melekat.

Semuanya dimulai pada tahun 1713. Perdamaian Utrecht mengakhiri Perang Suksesi Spanyol. Kaisar Charles VI dari Austria mengambil kendali atas wilayah yang sebelumnya merupakan Spanyol Belanda. Keluarga Habsburg menjalankan pertunjukan itu selama sekitar delapan puluh tahun.

Maria Theresa memerintah lebih dulu. Putranya, Joseph II, mengikuti. Mereka mencoba memodernisasi wilayah tersebut. Mereka bentrok dengan tradisi lokal. Itu rumit.

Kemudian datanglah Revolusi Perancis. Arusnya berbalik. Pada tahun 1795, Belanda Austria dianeksasi oleh Perancis. Eksperimen berakhir.

“Administrasi wilayah ini berlanjut di bawah penguasa Habsburg Maria Theresa dan kemudian Joseph II, hingga Belanda Austria dianeksasi ke Prancis pada tahun 1795.”

Jika Anda melihat peta Belgia modern, Anda sedang melihat intinya. Sejarah di sini berlapis. Anda bisa merasakannya dalam arsitektur. Dalam undang-undang. Dalam bahasa. Ini adalah pengingat bahwa batas berubah lebih cepat daripada memori.

Mengapa hal ini penting sekarang? Pasalnya, identitas politik wilayah tersebut terbentuk dari kesenjangan antara kendali Spanyol dan Prancis. Periode Austria meninggalkan bekas luka. Dan sorotan. Penting untuk mengetahui apa yang terjadi sebelum peta saat ini.

Habsburg tidak hanya memerintah. Mereka mengatur. Mereka mengenakan pajak. Mereka mencoba melakukan sentralisasi. Penduduk setempat menolak. Itu adalah gesekan yang menentukan zaman.

Ketika Perancis mengambil alih pada tahun 1795, mereka tidak hanya mengganti nama saja. Mereka menulis ulang buku peraturan. Bangunan-bangunan lama runtuh. Wilayah ini diserap ke dalam Republik Perancis.

Ini bukan hanya hal sepele. Ini adalah fondasi identitas modern Negara-Negara Rendah. Memahami periode Austria membantu menjelaskan perpaduan budaya. Ketegangan antara utara dan selatan. Dorongan untuk otonomi.

Jadi lain kali Anda berada di Brussel atau Kota Luksemburg, pikirkan tentang tahun 1713. Pikirkan tentang Charles VI. Pikirkan tentang jalan yang panjang dan rumit menuju posisi kita sekarang. Masa lalu belumlah mati. Itu hanya menunggu untuk dibaca.